Perkembangan Studi HAM dari Timur ke Barat
Nama : Muhamad Fadhli Rahman
Nim : 18323214
Mata Kuliah : Studi HAM
Lalu pada pendeklarasian HAM Universal yang mana dalam isiannya mengabaikan kolonialisme, yang mana membuat banyak pihak dari negara – negara yang merasa tidak setuju marah dan merasa tidak terima seperti, orang – orang di afrika, banyak juga dari orang Asia, dan juga beberapa orang dari Amerika Latin.
Banyak yang mengatakan bahwa awal mula terbentuknya Hak Asasi Manusia adalah dari negara China, yang mana menuai banyak perdebatan. Karena, pada saat dilihat dan dicek kembali tidak ada tanda-tanda sejarah Hak Asasi Manusia di China. Tetapi ada teori yang menyatakan pada dinasti Qing bahwa dalam arti yang luas Hak Asasi Manusia adalah suatu hubungan antara individu yaitu manusia dan negara sebagai aktor. Tetapi ada aktor yang berasal dari China juga mengatakan bahwa tidak semua hubungan antara individu dengan negara itu bida kaitkan atau dikatakan sebagai Hak Asasi Manusia.
Lalu, setelah ada teori yang mengatakan bahwa pertama kali Hak Asasi Manusia terdapat di China, dan ternyata terus meluas dan merambah negara-negara lainnya, seperti afrika, arab dan juga eropa. Di Eropa sendiri Hak Asasi Manusia bisa masuj dan diterima karena djdalam Hak Asasi Manusia tersebut banyak hal yang bisa membantu memecahkan masalah yang ada. Banyak pihak yang menerima karena, dengan adanya Hak Asasi Manusia ini banyak pihak-pihak yang merasa diuntungkan seperti budak yang menjadi bisa memegang agama dan sedikit kebebasan untuk menggunakan hak hidupnya. Tetapi semua tidak berjalan mudah saja, karena pada saat itu untuk mendapatkan hak kesetaraan beragama sangat sulit terlebib karena adanya sistem burjoisasi dan juga karena perbedaan agama juga, lalu untuk politik sudah diberikan haknya secara rata atau setara bagi semua.
Referensi
Donnelly, J. (2013). A Brief History of Human Rights. London. Cornell University Press.
Komentar
Posting Komentar