Nama : Muhamad
Fadhli Rahman
Nim : 18323214
Mata kuliah : Studi HAM
Review I :
Apakah Demonstrasi Harus Dibubarkan
Apakah Demonstrasi Harus Dibubarkan
Jadi kalau menurut saya sendiri melihat
dari judul sendiri, saya merasa tertarik karena demonstrasi di indonesia memang
banyak sekali atau sering kali terjadi, yang mana dikarenakan banyaknya sesuatu
yang masih salah atau diluar ekspektasi dari warga indonesia dengan apa yang
dilakukan oleh pemerintah. Tapi sayang menurut saya apa yang dijelaskan tidak
tersampaikan dengan baik mungkin dikarenakan gerogi, materi kurang untuk 10
menit, dan terlalu cepat dalam menjelaskan. Tapi overall menurut saya presentasi
bagus.
Lalu untuk apa yang dijelaskan tentang
demonstrasi dari sisi absurd yang mana menyebut bahwa ada oknum polisi yang
melakukan tindak kekerasan kepada demonstran, padahal menurut saya polisi
mungkin melakukan hal tersebut pastinya bukan tanpa sebab, mungkin saja polisi
melakukan hal tersebut karena para demonstran nya yang menyulut polisi terlebih
dahulu. Saya tidak menyalahkan salah satu pihak karena pasti semua ada sebab
dan akibat.
Lalu untuk presentasi terakhir yang di
kemukakan oleh habib, banyak hal yang aneh menurut saya, yang mana pada
awal-awal presentasi ada statment yang pokok kesimpulannya adalah “Nyawa adalah
hal yang lebih berharga dari apapun”, dan dilanjut dengan statment lainnya
yaitu yang mengatakan bahwa demonstrasi itu bisa menjadi anarkis dan mematikkan
apabila pemerintah tidak mengabulkan permohonan yang ditujukan dari demontrans.
Lalu, ditutup dengan statement bahwa dia pro terhadap adanya kegiatan
demonstrasi, karena itulah satu- satunya cara yang ampuh dalam mengaplikasikan
pemikiran apabila merasa ada sesuatu yang salah.
Dari beberapa statement diatas setelah
statement bahwa nyawa itu berharga menurut saya sangat membingungkan, karena
dia memaparkan bahwa demonstrasi itu sangat bisa ricuh dan menjadi anarkis
apabila pemerintah menolak apa yang demonstran minta. Jadi bagaimana nasib
statement bahwa nyawa itu sangat berharga, jadi menurut saya statement seperti
diatas itu sangat pas apabila dia pro terhadap pembubaran demonstrasi bukan
sebaliknya.
Lalu juga saya mempunyai opini sendiri
tentang demonstrasi itu sendiri, jadi demonstrasi itu menurut saya sudah sangat
melenceng pengertian nya kepada masyarakat, karena kalau yang di paparkan oleh
kelompok ini yaitu demonstrasi adalah salah satu cara seseorang untuk
menyuarakan atau mengaspirasikan pemikirannya terhadap sesuatu yang salah,
tetapi menurut saya tidak karena di zaman sekarang ini apalagi di Indonesia
sendiri demonstrasi lebih terlihat sebagai luapan amarah atas perlakuan atau
kebijakan yang salah diambil oleh pemerintah. Jadi para demonstran itu datang
ke daerah tempat demonstrasi sudah dengan keadaan semangat dan amarah yang
menggebu, lalu mereka melakukan demonstrasi dan tidak digubris, terjadilah yang
namanya anarkis.
Karena terjadinya kegiatan atau tindak
anarkis dalam demonstrasi, langsung polisi bertugas dengan menghalau semua
serangan dari para demonstran entah apa saja yang di lemparkan batu, sandal,
sepatu dan lainnya atas dsarar amarah. Lalu lolisi memberikan gas air mata dan
ada demonstran yang terkena gas tersebut, mungkin kondisinya parah dan harus
dilarikan kerumah sakit, lalu siapa yang patut disalahkan atau siapa yang kira”
melanggar HAM? Apakah polisi dengan gas air matanya? Atau demonstran dengan
kericuhannya? Sangat membingungkan. Jadi intinya menurut saya demonstrasi tidak
usah dibubarkan, tetapi para demonstran harus mengerti, mengetahui dengan jelas
tentang apa yang akan diterima atau sebab akibat yang ada apabila melakukan
demonstrasi.
Komentar
Posting Komentar